Trick Memakai Kondom

Kunci sukses memakai kondom dengan aman dan hubungan intim dengan memuaskan terletak pada cara memilih dan cara menggunakan kondom. Kondom merupakan teman sejati yang bisa mencegah kehamilan dan tertularnya penyakit kelamin. Hampir 8 juta wanita USA memakai kondom. Buat Anda yang suka kondom coba perhatikan hal-hal berikut ini.

Memilih Bahan Kondom

Tidak semua bahan kondom itu sama. Pilih sesuai keinginan dan kebutuhan. Berikut ini sekilas beberapa jenis kondom yang ada di pasaran:

Latex (getah karet). Jika dipakai dengan benar, bisa mencegah kehamilan, penyakit kelamin. Paling efektif dan tahan lama. Banyak tersedia di toko dan supermarket. Namun 5%-7% orang alergi dengan latex. Alasannya, latex menyebabkan gatal dan terasa panas seperti terbakar.

Polyurethane. Sarung plastik ini mengeblok sperma dan virus. Menjadi pilihan terbaik jika pasangan Anda alergi kondom latex. Kondom ini lebih tipis. Tidak terlalu panas seperti latex. Hubungan intim terasa lebih alami.

Selaput bintang (Animal membrane). Tidak mampu mencegah penyakit menular. Namun bisa mencegah kehamilan. Pori-pori atau Lubang kecil (microscopic openings) di membrane memungkinkan virus seperti HIV bisa menembus. Namun sperma tidak bisa menembus, karena lebih besar ukurannya. Jadi kondom ini hanya untuk pasangan setia yang diperiksa secara berkala dan terbukti bebas penyakit menular.

Tip

Stok Kondom. Sekitar 80% masalah yang muncul terhadap kondom adalah tidak punya stok ketika mau pakai. Solusinya, belilah yang banyak dan simpan di dompet, di laci, atau tempat lain yang aman. Kedua, malu ketika beli. Jika malu membeli kondom, pikirkan pilih malu, tertular penyakit kelamin, atau hamil? Lagi pula juga ngapain pakai malu-malu segala.

Kadalu warsa. Jangan lupa memeriksa tanggal kadalu warsa kondom. Buang yang kadalu warsa, dan beli yang masih bagus. Jangan menyimpan kondom terlalu lama. Panas bisa menyebabkan lateks rapuh dan bergetah seperti balon lama. Kemungkinan besar kondom mudah sobek dan tergencet barang atau benda keras di dompet.

Buka seperti Pemakai Profesional. Dengan perlahan-lahan sobek bagian atas bungkus kondom dengan jari. Jangan dibuka pakai gunting atau gigi. Kondom bisa sobek. Jangan menusukkan jari Anda, kuku jari bisa merusak kondom.

Pasang perlahan-lahan. Kondom akan membungkus alat kelamin pria. Terkadang pemasangan kondom bisa merangsang dan menyebabkan ejakulasi dini. Jadi pasang pelan-pelan. Hindari ada udara di ujung kondom, karena bisa menyebabkan pecah. Namun sediakan ruangan penampung air mani, kecuali jika Anda menggunakan kondom dengan ujung reservoir (penampung air mani). Jangan terlambat Mencabut kondom. Segera setelah orgasme, sebaiknya pria segera mencabut kondom. Tujuannya, air mani tidak bocor ketika tidak lagi ireksi. Cabut kondom mulai dari pangkal. Hendaknya kondom tidak dipakai ulang. Selalu gunakan kondom baru. Terkadang karena terburu-buru, pria terbalik memasukkan kondom sehingga kondom tidak bisa masuk ke penis. Jika kondom menjadi kusut, sebaiknya buang saja, dan ganti lagi yang baru. Awas bocor!

Kondom Robek

Biarpun Anda sudah sering memakai kondom, gunakan kondom sesuai aturan main. Pakailah kondom sebelum penetrasi, agar tidak buru-buru. Kecelakaan bisa terjadi. Ingat, 1 dari 100 pemakaian kondom terjadi kegagalan. Untuk mencegah kondom pecah, Anda bisa menambahkan K-Y Jelly atau Astroglide, yang mengurangi gesekan, meminimalkan rasa panas, dan mencegah robek. Yang penting lagi, belilah kondom sesuai ukuran alat kelamin pasangan.

Jika kondom pecah atau robek selama hubungan intim, segera pencegahan berikut ini: basuh alat kelamin dengan sabun untuk membunuh sperma dan virus sebelum memasukkan penis ke vagina. Ada beberapa pandangan yang kontradiksi. Sebagian dokter menganjurkan agar meneruskan hubungan intim, sehingga air mani yang tersisa bisa disemprotkan keluar. Sebagian dokter menganggap cara ini bisa menyebarkan bakteri ke vagina. Pilihan lain, hubungi dokter untuk mendapatkan kontrasepsi darurat. Misal, morning-after pill, yang dapat mencegah kehamilan bila dikonsumsi dalam kurun waktu 72 jam sesudah hubungan intim tanpa proteksi.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts